Woow….tampilan WP makin keren. Di dasbord ada feature quickPress. Aku nggak tahu bagaimana hasilnya. Yang jelas tulisan ini hanya coba-coba fasilitas aja.
Menebus Keyakinan
Pagi ketika segelas kopi kuteguk di warung Mbak Sri, Pak Kadar datang dengan seringai senang trepancar di wajah.
“Assalamualaikum Ustadz!” sapanya kepadaku.
“Waalaikum salam”
Kegiatan mereguk kopi terus berlanjut. Tak ada orang lain kecuali aku, Pak Kadar dan Mbak Sri pagi itu. Maklum mentari masih belum terang benar. Mbah Surip, ibu Mbak Sri yang biasa membantu tak jua muncul ujung hidungnya. Barangkali masih menggantikan fungsi Mbak Sri di rumah mengurus anaknya Koko menyiapkan sarapan pagi. Merasa sepi dan tak ada bahan pembicaraan di antara kami, Pak Kadar melayangkan sebuah pertanyaan yang membuat aku tersentak. Hampir-hampir kopi yang belum tuntas kuteguk muncrat ke permukaan.
“Ustadz, Amrozi cs itu mati SAHID atau SAKIT?”
***
Surat Buat Umi
Terimakasih atas perhatianmu padaku duhai Juwita,
Aku yang engkau anggap sebagai kepala rumahtangga,
Aku yang engkau anggap sebagai Imam
Tak banyak yang bisa aku berikan padamu. Jujur aku sampaikan bahwa ilmu yang aku miliki belumlah sebanding dengan apa yang Ia miliki. Maka maafkanlah aku jika belum maksimal membimbingmu. Ingatlah sebuah cerita tentang seorang pelacur yang masuk syurga gara-gara memberikan minum seekor anjing yang sekarat. Maka renungkanlah duhai istriku… Apa yang membuat dia diterima Allah di surga?
Ingat pula tentang kisah orang-orang saleh yang dijamin masuk surga… Apa yang membuat mereka diterima Allah di syurga?
Duhai istriku, aku ingin sekali kita sekeluarga berada di Jannah bersama-sama. Tak bisa kubayangkan manakala aku berada jauh darimu di yaumil akhir nanti. Aku ingin bidadari itu adalah dirimu. Maka tak bisa yang aku berikan kepadamu. Mari kita bersama-sama mencari keridhoan Allah, marilah kita belajar IKHLAS dalam mengarungi kehidupan ini, marilah kita mengerti apa kehendak Tuhan kepada kita.
Dan, Marilah kita pasrahkan hidup kita kepada Ia yang Maha. Patutkah engkau meminta kepadaku jika ada kekuatan lain yang LEBIH HEBAT daripadaku? Patutkah engkau memohon petunjuk jika ada yang LEBIH ARIF daripadaku?
Surat Buat Abi
Pagi…
Saat kubuka dompet butut sekadar melihat STNK yang masih bercokol di dalam. Kutemukan sepucuk surat dari istriku di dalamnya. Sungguh sebuah kejutan yang tak pernah aku duga sebelumnya. Kubuka dan kubaca…..
Buat Abi Yang sangat Umi cintai
Salam sayang serta cinta untuk Abi seorang. Tak terasa ya, Bi perjalanan hidup kita dalam menjalani kehidupan rumah tangga ini. Rasa suka dan duka sudah kita rasakan bersama. Alhamdulillah Allah selalu melindungi kita. Kita masih diberi kekuatan serta kesabaran menjalani ini. Terimakasih ya Tuhan, Engkau berikan suami yang sholeh buat hamba. Umi bersyukur banget punya suami seperti Abi. Abi sangat penyabar, Abi sangat penyayang kepada Umi dan juga Akhsan. Umi sayang banget sama Abi dan Akhsan.
Abi yang slalu di hati…
Lamanya perjalanan hidup kita dalam berumahtangga seharusnya banyak sekali amal ibadah kita yang sudah didapat, karena suami dan anak adalah ladang amal yang sangat besar bagi Umi. Tetapi Umi bertanya kepada diri sendiri sudahkah Umi mendapatkannya? Jawabannya nol besarr…
Kalo Umi menengok ke belakang, Umi sedih sekali. Umi sangat berdosa, Umi menangis dan menjerit atas waktu serta kesempatan yang sangat disia-siakan. MAAFKAN UMI YA BI…..
Betapa besar dosa Umi kepada Abi. Umi yang selalu pemarah, Umi yang pembangkang, Umi yang egois, dan masih banyak lagi yang lainnya. Sungguh berbeda sekali dengan Umi yang dulu. Umi yang lembut, penyabar, pemaaf, slalu menghargai orang lain, rajin beribadah dan selalu dekat dengan Allah. Hal ini Umi rasakan sendiri 100% telah berubah. Entah apa yang menyebabkan semua ini. Umi hanya menyalahkan diri sendiri. Mungkin iman yang tidak kuat.
Abi yang di hati…
Abi adalah kepala rumahtangga di rumah ini. Abi adalah iman di rumah ini. Tolonglah Bi, bantu Umi, bimbing Umi, arahkan Umi menjadi istri yang baik, jadikan Umi istri yang sholehah, bantulah Umi ya,Bi! Abi adalah guru bagi Umi dan Akhsan. Insya Allah kita masuk surga bersama-sama. Amiin….
Dan Allah Kuasa Atas Rezeki Makhluk-Nya
Sampai saat ini aku bertanya-tanya kepada Allah, mengapa setiap aku mengucapkan suatu nasehat atau ingin menulis tentang suatu hal, Allah memberikan cobaan dengan kejadian yang aku katakan atau ingin aku tuliskan.
17 September pukul 24.00 aku belum bisa memejamkan mata. Ku ambil kitab suci, kubaca dan kupahami. Malam itu aku hendak mencari kunci penawar hati ketika dirundung duka. Halaman demi halaman, ayat per ayat dalam surat Al Baqarah(2) aku baca. Tentu hanya terjemahannya saja karena ku belum memahami bahasa arab. Beberapa ayat aku lingkari sebagai jawaban atas persoalan yang aku cari.
18 September, tepatnya siang sebelum sholat Dzuhur, Pak Teguh, Kepala sekolahku ingin berbicara empat mata. Hal pokok yang ia sampaikan yakni tahun ini aku tidak mendapatkan THR (Tunjangan Hari Raya). Aku terpana, pandanganku kosong, mulutku melongo, wajah terasa terbakar, seluruh tubuh bergetar dan telinga berdengung mendengar kabar ini, KAGET!!!!!. Entah apa yang beliau sampaikan sesudahnya, aku nyaris tak memperhatikannya.
Ya Allah, cobaan apa lagi yang kau timpakan kepadaku?. Memori dalam otak bawah sadarku segera membuka file surat Al Baqarah yang aku buka semalam.
Kami Berfirman:” Turunlah kamu semua dari surga itu! Kemudian jika datang petunjuk-Ku kepadamu, maka barang siapa yang mengikuti petunjuk-Ku, niscaya tidak ada kekhawatiran atas mereka, dan tidak pula mereka bersedih hati” (2:38)
Tidak, aku tidak boleh bersedih jika aku tak mendapatkan THR tahun ini. Aku segera mencari petunjuk untuk obat kesedihan ini. Dan aku temukan kitab bahwa kitab Al-Quran ini sebagai petunjuk-Ku. Tidak ada keraguan sama sekali padanya (2:2). maka aku buka kitab panduan hidupku itu.
Ya Allah, aku percaya bahwa kerajaan langit dan bumi adalah milik-Mu. Dan tiada orang lain yang dapat melindungi dan menolongku selain Engkau. Pak Teguh telah berusaha memperjuangkan nasibku di hadapan orang yayasan ( Idrus), namun hal apa yang membuat hati Idrus tertutup. Aku berserah diri kepada-Mu (2:112).
Ya Allah aku sadar sepenuhnya bahwa Engkau berhak memberikan aku cobaan dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan (2:155).
Aku sadar sepenuhnya bahwa cobaan yang Engkau berikan sesuai dengan kadar dan kesanggupanku (2:233). Oleh karena itu, akan kujadikan sabar dan sholat sebagai penolong seperti apa yang Kau firmankan. (2:45). Innaa lillahi wa innaa ilaihi raaji’uun. Semoga cobaan ini akan membawaku mendapatkan berkat dan rahmat-Mu serta menjadikan aku termasuk ke dalam orang-orang yang Kau beri petunjuk. Dan Allah memberi rezeki kepada orang-orang yang dikehendaki-Nya tanpa batas (2:212)
Barokallah di Bulan Ramadhan
Ya Allah, Aku bersyukur kepadamu atas nikmat yang kau beri kepadaku. Atas ijin dan ridho-Mu, bulan ini aku menambah piala di rumah mungilku. Aku hanya berdoa kepada-Mu, Jadikanlah hati ini tetap berpegang teguh kepada-Mu dalam suka dan dukaku, dalam kaya dan melaratku, dalam sehat dan sakitku. Aku berlindung kepada-Mu atas harta yang kau berikan kepadaku melalui kejuaraan yang berhasil kuraih.
Lomba ini bertajuk Sayembara menulis esai untuk guru SD yang diselenggarakan oleh Balai Bahasa Propinsi Jawa Tengah. Teman-teman bisa membaca hasil tulisanku di sini. Terimakasih kepada teman-teman di komunitas wedangjae, rekan-rekan smo atas support dan doanya.
Keajaiban Lailatul Qadar
Beberapa orang datang berduyun-duyun hendak protes kepada sang Nabi. Dari spanduk yang mereka bentangkan tampak keinginan mereka. Spanduk itu di antaranya bertuliskan “panjangkan umur kami”, “Beri kesempatan kami beramal lebih”. Unjuk rasa ini diketahui oleh sang Nabi. Tidak seperti pejabat saat ini yang tak mau menemui pengunjuk rasa langsung di lapangan, Sang Nabi tak gentar menghadapi mereka. Nabi menanyakan maksud mereka mengunjukkan rasanya. Ternyata orang-orang tersebut protes karena umur mereka lebih pendek dibandingkan dengan umur para moyangnya yang mencapai hingga 100 tahun-an. Mereka berpikir moyang merekalah yang banyak menghuni surga karena umur yang panjang membuat mereka memiliki kesempatan lebih untuk mencari bekal akhirat. Sedangkan mereka….
Sang Nabi pun melaporkan hal ini kepada Sang Khalik. Lalu sang Khalik memberikan hadiah suatu malam yang setara dengan 1000 bulan. Itulah malam Lailatul Qadar.
SURGA ATAU NERAKA
Kyai, pendeta, pastur dan teman-teman yang mengaku memiliki iman yang kuat berkata bahwa surga disediakan bagi orang-orang yang bertaqwa. Taqwa dengan menjalankan segala perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya. Jika tidak….hati-hati neraka siap menanti.
Tapi aku heran, kenapa seorang pelacur yang memberi minum anjing jalanan yang sekarat bisa pula masuk surga. Aku jadi bertanya, apa sih kunci dari kehidupan dunia ini sehingga kita beroleh bekal untuk kehidupan yang kekal di surga?
PARADIGMA
Paradigma adalah cara kita melihat (mempersepsi, mengerti, menafsirkan) dunia –disebut juga worldview atau mafahim ‘ani al-insan, wa al-kaun, wa al-hayat.
Cara pandang menentukan sikap atau perilaku dan perasaan. Ketika melihat dengan cara yang berbeda, maka akan berfikir dengan cara yang berbeda — merasa dengan cara yang berbeda — dan berperilaku yang berbeda pula. Cara kita melihat masalah merupakan masalah itu sendiri. Pertanyaannya adalah berpusat pada apa kita menyikapi masalah tersebut? (lagi…)










