Pagi…
Saat kubuka dompet butut sekadar melihat STNK yang masih bercokol di dalam. Kutemukan sepucuk surat dari istriku di dalamnya. Sungguh sebuah kejutan yang tak pernah aku duga sebelumnya. Kubuka dan kubaca…..
Buat Abi Yang sangat Umi cintai
Salam sayang serta cinta untuk Abi seorang. Tak terasa ya, Bi perjalanan hidup kita dalam menjalani kehidupan rumah tangga ini. Rasa suka dan duka sudah kita rasakan bersama. Alhamdulillah Allah selalu melindungi kita. Kita masih diberi kekuatan serta kesabaran menjalani ini. Terimakasih ya Tuhan, Engkau berikan suami yang sholeh buat hamba. Umi bersyukur banget punya suami seperti Abi. Abi sangat penyabar, Abi sangat penyayang kepada Umi dan juga Akhsan. Umi sayang banget sama Abi dan Akhsan.
Abi yang slalu di hati…
Lamanya perjalanan hidup kita dalam berumahtangga seharusnya banyak sekali amal ibadah kita yang sudah didapat, karena suami dan anak adalah ladang amal yang sangat besar bagi Umi. Tetapi Umi bertanya kepada diri sendiri sudahkah Umi mendapatkannya? Jawabannya nol besarr…
Kalo Umi menengok ke belakang, Umi sedih sekali. Umi sangat berdosa, Umi menangis dan menjerit atas waktu serta kesempatan yang sangat disia-siakan. MAAFKAN UMI YA BI…..
Betapa besar dosa Umi kepada Abi. Umi yang selalu pemarah, Umi yang pembangkang, Umi yang egois, dan masih banyak lagi yang lainnya. Sungguh berbeda sekali dengan Umi yang dulu. Umi yang lembut, penyabar, pemaaf, slalu menghargai orang lain, rajin beribadah dan selalu dekat dengan Allah. Hal ini Umi rasakan sendiri 100% telah berubah. Entah apa yang menyebabkan semua ini. Umi hanya menyalahkan diri sendiri. Mungkin iman yang tidak kuat.
Abi yang di hati…
Abi adalah kepala rumahtangga di rumah ini. Abi adalah iman di rumah ini. Tolonglah Bi, bantu Umi, bimbing Umi, arahkan Umi menjadi istri yang baik, jadikan Umi istri yang sholehah, bantulah Umi ya,Bi! Abi adalah guru bagi Umi dan Akhsan. Insya Allah kita masuk surga bersama-sama. Amiin….









wah, romantisnya mas. semoga bisa dapet istri kaya istrimu deh