Surat Buat Umi

Terimakasih atas perhatianmu padaku duhai Juwita,

Aku yang engkau anggap sebagai kepala rumahtangga,

Aku yang engkau anggap sebagai Imam

Tak banyak yang bisa aku berikan padamu. Jujur aku sampaikan bahwa ilmu yang aku miliki belumlah sebanding dengan apa yang Ia miliki. Maka maafkanlah aku jika belum maksimal membimbingmu. Ingatlah sebuah cerita tentang seorang pelacur yang masuk syurga gara-gara memberikan minum seekor anjing yang sekarat. Maka renungkanlah duhai istriku… Apa yang membuat dia diterima Allah di surga?

Ingat pula tentang kisah orang-orang saleh yang dijamin masuk surga… Apa yang membuat mereka diterima Allah di syurga?

Duhai istriku, aku ingin sekali kita sekeluarga berada di Jannah bersama-sama. Tak bisa kubayangkan manakala aku berada jauh darimu di yaumil akhir nanti. Aku ingin bidadari itu adalah dirimu. Maka tak bisa yang aku berikan kepadamu. Mari kita bersama-sama mencari keridhoan Allah, marilah kita belajar IKHLAS dalam mengarungi kehidupan ini, marilah kita mengerti apa kehendak Tuhan kepada kita.

Dan, Marilah kita pasrahkan hidup kita kepada Ia yang Maha. Patutkah engkau meminta kepadaku jika ada kekuatan lain yang LEBIH HEBAT daripadaku? Patutkah engkau memohon petunjuk jika ada yang LEBIH ARIF daripadaku?

Diterbitkan di: on September 25, 2008 at 2:28 pm Tinggalkan sebuah Komentar

URI untuk melacak balik entri ini adalah: http://sekulmegono.wordpress.com/2008/09/25/surat-buat-umi/trackback/

RSS umpan untuk komentar-komentar dalam tulisan ini.

Leave a Comment