Sampai saat ini aku bertanya-tanya kepada Allah, mengapa setiap aku mengucapkan suatu nasehat atau ingin menulis tentang suatu hal, Allah memberikan cobaan dengan kejadian yang aku katakan atau ingin aku tuliskan.
17 September pukul 24.00 aku belum bisa memejamkan mata. Ku ambil kitab suci, kubaca dan kupahami. Malam itu aku hendak mencari kunci penawar hati ketika dirundung duka. Halaman demi halaman, ayat per ayat dalam surat Al Baqarah(2) aku baca. Tentu hanya terjemahannya saja karena ku belum memahami bahasa arab. Beberapa ayat aku lingkari sebagai jawaban atas persoalan yang aku cari.
18 September, tepatnya siang sebelum sholat Dzuhur, Pak Teguh, Kepala sekolahku ingin berbicara empat mata. Hal pokok yang ia sampaikan yakni tahun ini aku tidak mendapatkan THR (Tunjangan Hari Raya). Aku terpana, pandanganku kosong, mulutku melongo, wajah terasa terbakar, seluruh tubuh bergetar dan telinga berdengung mendengar kabar ini, KAGET!!!!!. Entah apa yang beliau sampaikan sesudahnya, aku nyaris tak memperhatikannya.
Ya Allah, cobaan apa lagi yang kau timpakan kepadaku?. Memori dalam otak bawah sadarku segera membuka file surat Al Baqarah yang aku buka semalam.
Kami Berfirman:” Turunlah kamu semua dari surga itu! Kemudian jika datang petunjuk-Ku kepadamu, maka barang siapa yang mengikuti petunjuk-Ku, niscaya tidak ada kekhawatiran atas mereka, dan tidak pula mereka bersedih hati” (2:38)
Tidak, aku tidak boleh bersedih jika aku tak mendapatkan THR tahun ini. Aku segera mencari petunjuk untuk obat kesedihan ini. Dan aku temukan kitab bahwa kitab Al-Quran ini sebagai petunjuk-Ku. Tidak ada keraguan sama sekali padanya (2:2). maka aku buka kitab panduan hidupku itu.
Ya Allah, aku percaya bahwa kerajaan langit dan bumi adalah milik-Mu. Dan tiada orang lain yang dapat melindungi dan menolongku selain Engkau. Pak Teguh telah berusaha memperjuangkan nasibku di hadapan orang yayasan ( Idrus), namun hal apa yang membuat hati Idrus tertutup. Aku berserah diri kepada-Mu (2:112).
Ya Allah aku sadar sepenuhnya bahwa Engkau berhak memberikan aku cobaan dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan (2:155).
Aku sadar sepenuhnya bahwa cobaan yang Engkau berikan sesuai dengan kadar dan kesanggupanku (2:233). Oleh karena itu, akan kujadikan sabar dan sholat sebagai penolong seperti apa yang Kau firmankan. (2:45). Innaa lillahi wa innaa ilaihi raaji’uun. Semoga cobaan ini akan membawaku mendapatkan berkat dan rahmat-Mu serta menjadikan aku termasuk ke dalam orang-orang yang Kau beri petunjuk. Dan Allah memberi rezeki kepada orang-orang yang dikehendaki-Nya tanpa batas (2:212)