UPLOAD FILE

Berbagi memang mengasyikkan. Bagiku, bisa memberikan apa yang aku miliki adalah sebuah kebahagiaan tersendiri. Nah, teman-teman yang ingin berbagi pula, aku ada info situs yang menyediakan upload data kita supaya bisa di download. Semua itu Gratis.

Teman bisa register saja di:

4shared.com

ziddu.com

Maybe teman2 punya info lainnya seputar situs yang bisa kita titipi file? Kita tunggu ya infonya, thank’s

Diterbitkan di: on Juni 29, 2008 at 9:10 am Tinggalkan sebuah Komentar

Sakit Jika Kita Punya Harapan

Setiap diri dikaruniai oleh Tuhan sebuah jiwa, yang dengan jiwa itu, ia bebas menentukan pilihan reaksi.Bereaksi positif atau negatif, bereaksi berhenti atau melanjutkan, bereaksi marah atau sabar, bereaksi reaktif atau proaktif, bereaksi baik atau buruk ( Ari Ginandjar ) (lagi…)

Diterbitkan di: on at 8:18 am Komentar (1)

Cap Pantat Kuda

Mr Brown Kuda pacuan milik juragan Broto memekik keras ketika besi panas mendarat telak di pantatnya. Besi yang digunakan untuk memberikan cap pada kuda sebagai tanda siap dijual. Perasaan Mr. Brown gundah gulana. Bagaimana tidak, hanya gara-gara tidak berhasil menjuarai turnamen pacuan kuda selama empat kali berturut-turut, dia mesti dijual. Padahal berpuluh kejuaraan telah dia menangkan sempurna. Kini pengabdian kepada tuannya harus berakhir setelah sepuluh tahun memberikan keuntungan bagi sang juragan dengan meninggalkan cap di pantatnya yang tak akan hilang hingga akhir hayat. “Sungguh tak berperikudaan” gumam Mr. Brown

Pun dengan kita. Kadang kala kita memberikan cap-cap kepada sesama. Cap menjadi trademark seseorang dalam hidup di lingkungannya. Cap dermawan, cap agamawan, cap bijaksana, cap seniman, cap bajingan, cap santri, cap munafik dan sederet cap lainnya. Seperti halnya dengan cap pada pantat kuda. Cap yang diberikan dari manusia kepada manusia tak akan hilang hingga akhir hayat. Jika kita sudah mendapatkan sebagai cap santri maka cap tersebut akan melekat. Namun, cap-cap yang termasuk dalam kategori yang baik-baik saja sifatnya sementara. Cap kebaikan itu akan ditambal dengan cap satu keburukan yang kita lakukan ibarat susu sebelanga rusak karena nilla setetes. Parahnya cap keburukan tersebut akan terpatri kuat dalam pikiran mereka. Untuk menghilangkan cap tersebut butuh perjuangan yang berliku. Tak mudah seperti membalikkan telapak tangan.

Kesimpulannya, gampang jika kita ingin mendapatkan kepercayaan tetapi sulit mengembalikannya jika kita mengingkari. Cap pantat kuda itu akan terus berlaku dalam diri kita. Nggak percaya? Lihat saja pantat kita masing-masing J.

Diterbitkan di: on Juni 19, 2008 at 1:40 am Tinggalkan sebuah Komentar

Jangan Remehkan Perkara Kecil

Aja sira agepage nandangi pakaryan gedhe utawa ngarep-arep tekane pakaryan gedhe, amarga pakaryan gedhe iku arang tekane. Kang kerep sira sandung iku pakaryan kang cilik-cilik.

Sira aja ngremehake marang pakaryan kang cilik-cilik iku, amarga yen sira durung kulina nandangi pakaryan kang gampang, kepriye anggone sira bakal nandangi pakaryan kang angel.

Mulane samubarang kang tinemu ing tanganira, lakonana kalawan temen-temen ing ati suci. Atasna awit karsaning gusti, amarga ora ana pakaryan ing donya iki kang ora atas karsaning Pangeran, nadyan kang katone remeh pisan ( serat Sasangka Jati )

(lagi…)

Diterbitkan di: on Juni 11, 2008 at 3:31 am Komentar (1)

Kapitalis Mengajarkan Dusta

Belajar Dusta

Pancaindera merupakan sebuah nikmat Tuhan yang tak terkira. Melalui pancainderalah kita belajar menyikapi fenomena yang terjadi dalam lingkungan. Begitu pula dengan Sucipto hadi Purnomo. Dia gunakan pancainderanya untuk mengamati carut marut dunia pendidikan Indonesia. Lantas dia ikat hasil pengamatannya tersebut dalam buku ini.

Buku ini sengaja disajikan bagi dunia pendidikan Indonesia yang tak jua bangkit dari keterpurukan. Begitu peliknya permasalahan sehingga sulit mengurai satu persatu akar masalah yang ruwet bagaikan benang layang-layang. Melalui buku ini pulalah Sucipto mencoba mengurai akar masalah tersebut. Sadar atau tidak pendidikan Indonesia telah mengalami pergeseran dari cita-cita sebenarnya.Sekolah sebagai tempat formal untuk memanusiakan manusia kini telah bermutasi menjadi ladang bagi kapitalis-kapitalis pendidikan.Guru tak lebih layaknya buruh dan siswa merupakan komoditas yang menguntungkan para kapitalis tersebut.

(lagi…)

Diterbitkan di: on Juni 10, 2008 at 4:40 am Tinggalkan sebuah Komentar

Terjebak Dalam Raga Yang Salah

Mulai sekarang, jangan pernah lagi langsung menganggap atau menuduh seseorang gay (homoseksual atau lesbian), saat menemui seorang laki-laki menyukai sesama laki-laki atau perempuan menyukai kaum sejenisnya. Boleh jadi, mereka bukan pengidap kelainan orientasi seksual, tapi benar-benar penderita penyakit ambiguous genitalia atau sex ambiguit

y, atau “kebingungan jenis kelamin”. Penyakit yang sering dikenal awam sebagai penyakit kelamin ganda atau hermaprodit, yang dalam bahasa medisnya disebut sebagai hipospadia atau intersex.(kickandy.com)

(lagi…)

Diterbitkan di: on at 4:27 am Tinggalkan sebuah Komentar

Telaah Buku Yuk!

Tidak salah jika sebagian orang mengatakan bahwa buku adalah jembatan ilmu pengetahuan. Di dalamnya terangkum sisi dunia dalam secarik kertas. Buku memiliki peran penting dalam pembelajaran. Buku harus benar-benar menumbuhkan kemampuan intelektual guru dan siswa bukan membodohkan. Mengingat betapa penting peran buku tersebut, kiranya perlu langkah yang tepat terhadap pemilihan buku teks ajar yakni dengan telaah. Telaah kelayakan buku terdiri dari tiga kriteria utama; isi, gaya penyajian, dan kemasan.

Kriteria pertama isi. Pedoman dasar untuk menentukan kelayakan isi buku adalah kesesuaiannya dengan kompetensi dasar yang tertuang dalam kurikulum. Bahan materi yang dikembangkan memungkinkan bagi peserta didik untuk merangsang kreativitas dan inspiratif. Kedekatan pada dunia peserta didik juga merupakan hal yang patut ditelaah. Dan yang tak paling penting adalah tidak mengandung kesalahan logika, konsep, prinsip dan paradigma keilmuan serta tidak mengundang konflik terhadap nilai keagamaan, kebangsaan dan universal.

Kriteria kedua gaya penyajian. Cara buku tersebut mengkomunikasikan isi kepada peserta didik perlu mendapat perhatian. Ada beberapa hal yang mesti diperhatikan dalam penentuan gaya penyajian ini. Pertama, Kesederhanaan bahasa dan komunikatif serta mudah dipahami sesuai taraf perkembangan anak. Kedua, penyajian yang runut dengan ilustrasi untuk memperjelas gagasan. Ketiga, bentuk tulisan, tata letak serta pewarnaan yang tidak membosankan turut mendukung penampilan buku.

Kriteria terakhir yakni kemasan. Bagaimanapun kemasan yang menarik akan menimbulkan gairah pertama seseorang sebelum menilik isinya. Pertama, dimensi buku yang memudahkan peserta didik membawa. Kedua, cover dan jilidan yang cukup kuat sehingga memungkinkan buku dapat berusia panjang. Terlebih jika buku akan dipakai dalam jangka waktu setahun.

Dengan demikian, sekolah tak akan terjerumus oleh iming-iming para penjual buku. Bonus berupa komisi 40% dari penjualan buku kepada siswa, sponsor tetap kegiatan sekolah, jaket, kaos, uang saku piknik guru hingga pesawat TV menjadi hembusan angin surga bagi guru. Ada udang dibalik gimbal, ada maksud tersembunyi. Menjadi konsekwensi logis jika para penerbit menuntut agar buku mereka dipakai setelah beberapa bonus diberikan. Pertaruhan moral menjadi dilema. Guru dihadapkan pada pilihan menjadi guru idealis atau guru komersil. Paling tidak permasalahannya ada pada urutan kerja. Bolehlah guru tersebut menerima bonus dari penerbit sebagai rasa terimakasih. Tentu saja kesepakatan dapat dilakukan setelah guru melalui proses telaah kelayakan buku. Bagaimana menurut anda? Mau menjadi guru idealis , guru komersil atau guru kritis?.

Diterbitkan di: on Juni 7, 2008 at 2:27 am Komentar (3)

Pindah Blog Dari WP ke WP

Teman-teman yang pernah berkunjung ke warung sekulmegono pasti akan menemukan tulisan yang sama pada blog ini. Betul, beberapa tulisan dari blog ini aku ambil dari sekulmegono. Nggak apa-apa khan, tokh tulisan itu yang nulis aku juga :) .
Proses ini disebut ekspor dan import blog. Awalnya aku nggak tahu bagaimana cara untuk mengambil tulisan serta komentar-komentar yang ada di blogku yang lain. Copy paste menjadi jalan pintas saat itu. Capek deh, coz harus bolak-balik dari blog satu ke blog yang baru. klik sana-klik sini. Semuanya itu berakhir ketika aku menemukan cara yang lebih pintas lagi. Gimana caranya?

Buka wordpress yang akan teman ambil postingannya.
klik My Dashboard >> Kelola >> Ekspor

akan muncul tulisan seperti ini:

Ekspor
Ketika Anda mengklik tombol di bawah WordPress akan menciptakan sebuah berkas XML untuk Anda simpan di komputer Anda.
Format ini, yang kita sebut WordPress eXtended RSS atau WXR akan berisi tulisan, halaman, komentar ruas tersuai, kategori dan tag Anda.
Setelah Anda telah menyimpan berkas yang diunduh, Anda dapat memakai fungsi Impor pada blog WordPress lainnya untuk mengimpor blog ini.

Batasi penulis adalah nama penulis yang menulis postingan pada blog. Jika blog ini punya teman sendiri maka pilih saja nama teman. Jika blog dikelola bersama maka akan muncul nama penulis lebih dari satu.

Klik Unduh Berkas Ekspor >> akan muncul jendela save >> Save di drive di PC teman.

Sampai di sini, kita telah selesai urusan dengan blog lama kita. Sekarang giliran buka blog baru yang akan di tambahkan dengan postingan kita di blog yang lama.

Pada blog yang baru:
Klik My Dashboard >> Kelola >> Import

Akan terpampang beberapa jenis blog yang akan kita ambil posingannya. Pada tutorial kali ini saya ambil dari WordPress.

Klik WordPress >> Klik Browse >> Pilih berkas yang tadi kita simpan di drive ada PC. >> Klik Unduh Berkas dan Impor

Akan muncul nama penulis yang diinginkan. Pilih nama penulis dengan nama penulis yang baru di blog baru teman (ini nggak wajib lho).

Silahkan buka blog teman. Langkah terakhir adalah memodifikasi / mengelola biar tampak rapi saja.

SELAMAT BERSENANG-SENANG. SEMOGA BERMANFAAT

Diterbitkan di: on Juni 6, 2008 at 3:10 am Tinggalkan sebuah Komentar

Hlep…Nyam-Nyam

Feeding Frenzy® 2: Shipwreck Showdown

© Copyright 2006 PopCap Games, Inc.

Presented by GameHouse, Inc.

Permainan yang dipublikasikan oleh Game House ini sangat digemari oleh anak-anak. Jika anak-anak melihat permainan ini mereka pasti mudah mengenalinya. Siapapun dapat memainkannya tanpa batasan umur. Peraturannya sederhana yakni ikan yang lebih besar memakan ikan yang lebih kecil. Jangan sampai ikan yang kita jalankan termakan oleh ikan yang lebih besar. Setelah ikan yang kita jalankan makan beberapa ikan kecil maka status ikan akan naik berkembang menjadi lebih besar. Bertambahnya ukuran tubuh ikan yang kita jalankan dapat memakan ikan lain yang ukurannya lebih besar dari ikan yang kita makan sebelumnya.

Permainan predator habitat sungai ini mengingatkan kita pada kehidupan manusia. Seolah begitulah gambaran manusia saat ini. Siapa yang lebih besar maka dia dapat memakan hak hidup manusia yang lebih kecil. Siapa yang memiliki kekuasaan maka dia beroleh hak atas kaum yang lebih kecil termasuk hak hidupnya. Semoga permainan ini sekadar permainan. Semoga aturan dalam permainan tidak berlaku dalam kehidupan manusia. Jika memang kenyataan membenarkan bahwa permainan ini ada dalam kehidupan manusia, kiranya PopCap Games akan memunculkan tokoh ikan piranha. Biar kecil asal bersama-sama berjuang maka ikan besar pun akan habis dibabatnya.

Diterbitkan di: on Juni 3, 2008 at 5:54 am Tinggalkan sebuah Komentar

Rezeki Seekor Cicak

Senja belumlah temaram namun langit tak secerah untuk ukuran jam 4 sore. Aku habiskan waktu dengan anak lanang yang ditinggal ibunya mengais rezeki dari usaha kelilingan batik. Anak lanang duduk semampai dalam kereta dorong sambil jegang kaki laksana bos. Barangkali bakt menjadi pemimpin telah tampak pada dirinya. Aku hanya bisa berdoa jika kelak ia menjadi pemimpin, ia adalah pemimpin yang membela kaum yang lemah. Kaum yang terjajah oleh kapitalis-kapitalis keji. Suaranya akan didengar dengan gentar karena menyuarakan kebenaran. Amiin.

Kuajak anak lanang masuk rumah setelah puas menyaksikan teman sebaya dan atas bayanya bermain dihalaman. Celoteh riang terdengar dari anak-anak yang bermain. Di sudut lain terlihat salah satu anak yang menangis karena mainannya dirampas oleh temannya. Tak ada siapapun yang datang untuk meredakan tangisnya hingga akhirnya anak tersebut lari masuk ke rumah meminta perlindungan kepada ayah ibunya. Namun kemanakah jika rakyat kecil hatinya menangis karena ketidak adilan yang dirasa? Kepada Pemerintah yang kita anggap sebagai orangtuakah? hem…?.

Kulihat seekor si Plontang, kucing kalasan mendekati anak lanang. Seperti biasanya anak lanang hanya berceloteh, menjerit gregetan ingin mengelus si Plontang. Demi seonggok ikan teri sisa makanan kami, si Plontang rela nyelondohi ( baca=mengambil hati ). Ketika mengeluskan dirinya di kereta dorong anak lanang, sekonyong-konyong jatuh dari langit cicak tepat di depan si Plontang. Mak teplok….Sigap dan cepat si Plontang menangkap cicak tersebut dengan mulutnya. Nyam-nyam….. Rasa lapar yang menghinggapinya tersalurkan dengan cicak yang datang tanpa dia duga sebelumnya. Aku ingat pada firman Allah dalam surat Hud ayat 6 bahwa “Dan tidak ada satu binatang melata pun di bumi melainkan Allah-lah yang memberi rezekinya, dan Dia mengetahui tempat binatang itu dan tempat penyimpanannya. Semua tertulis dalam Kitab yang nyata.“

Anak lanang diam tepekur melihat pemandangan tersebut. Diamnya barangkali merenungi bahwa rezeki itu datangnya dari Allah tanpa kita duga kapan dan dari mana datangnya. Anak lanang memandangku sambil tersenyum padaku. Jika dia bisa berucap barangkali dia akan berteriak, Ayah, aku mendapat pelajaran berharga.

Diterbitkan di: on at 5:44 am Tinggalkan sebuah Komentar